Kabupaten Solok,Wartapatroli.com – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Solok keluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini terjadi di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, serta Nagari Talang Babungo dan Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti.
Ironisnya selain sulit diperoleh, harga elpiji 3 kg di tingkat pangkalan maupun pengecer dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Informasi yang didapat Watrapatroli.com Senin (8/6) Warga menyebut kelangkaan ini sangat menyulitkan aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi tersebut.
“Kami kesulitan mendapatkan gas, kalaupun ada harganya sudah mahal sekali, Ini sangat memberatkan,” ujar Darmiati (45) salah seorang ibu rumah tangga di daerah setempat.
Terkait kelangkaan Gas Elpiji 3 kg ini Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji 3 kg, guna memastikan tidak terjadi penimbunan atau penyimpangan distribusi di lapangan.
Selain itu, warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Solok melalui instansi terkait dapat mengevaluasi sistem penyaluran gas subsidi agar distribusi kembali lancar dan harga sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, kelangkaan elpiji 3 kg masih menjadi perhatian masyarakat karena dinilai berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan langkah konkret untuk menstabilkan pasokan serta mencegah potensi pelanggaran dalam distribusi gas bersubsidi tersebut.(Tim)
