Agam  

Dinsos Agam dan Baznas Agam Fasilitasi Pemulangan Korban Dugaan KDRT ke Kampung Halaman

Agam,Wartapatroli.com — Bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami persoalan sosial kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam bersama Baznas Agam.

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, seorang perempuan bernama Elsa Saputri berhasil dipulangkan ke daerah asalnya di Narawita, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (21/5), setelah mendapatkan pendampingan sosial akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Proses pendampingan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dari TKSK Kecamatan Matur terkait kondisi yang dialami korban serta keterbatasan biaya untuk kembali ke kampung halaman.

Setelah menerima laporan, tim Dinas Sosial Agam bergerak cepat dengan menjemput korban dan memberikan perlindungan sementara di kantor Dinas Sosial di Lubuk Basung sambil melakukan asesmen dan koordinasi penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Agam, Hasnetil, pada Wartapatroli.com by phon Jum’at (22/5) korban sebelumnya mengaku mengalami dugaan KDRT dan sempat berpindah ke wilayah keluarga suami di Kabupaten Agam dengan harapan mendapatkan situasi yang lebih baik.

Namun kondisi yang dihadapi belum membaik sehingga diperlukan intervensi sosial untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan penanganan.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Sosial Agam segera berkoordinasi dengan Baznas Agam untuk membantu proses pemulangan korban.

Dukungan tersebut mendapat respons cepat sehingga korban dapat diberangkatkan menuju Jawa Barat dengan pendampingan hingga keberangkatan.

Pemulangan dilakukan melalui transportasi darat dengan pengawasan petugas guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan sampai ke tujuan.

Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sistem respons cepat terhadap laporan masyarakat, khususnya persoalan sosial yang membutuhkan penanganan segera.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan TKSK yang cepat melaporkan kondisi warga yang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat yang menghadapi situasi sulit tetap memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *