Harga Pertamax Naik Signifikan, Warga Pasaman Barat Mulai Keluhkan Beban Pengeluaran

Pasaman Barat, Wartapatroli.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) mulai Rabu (10/6/2026) memicu beragam reaksi di tengah masyarakat.

Pantauan Wartapatroli.com dilapangan Sejumlah pengendara di Kabupaten Pasaman Barat mengaku terkejut dengan lonjakan harga Pertamax yang naik cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.

Diketahui berdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut menjadikan sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Barat, sebagai daerah dengan harga Pertamax tertinggi di Indonesia.

Pantauan Wartapatroli.com di beberapa SPBU di Pasaman Barat Sabtu (13/6) menunjukkan aktivitas pengisian BBM tetap berjalan normal.

Namun, sejumlah pengguna kendaraan pribadi mengaku harus menyesuaikan kembali anggaran pengeluaran harian mereka akibat kenaikan harga tersebut.
“Sekali isi penuh sekarang jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.

Tentu berpengaruh terhadap biaya operasional sehari-hari,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui Wartapatroli.com Sabtu (13/6) di SPBU setempat.

PT Pertamina Patra Niaga melalui Corporate Secretary, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah berbulan-bulan menahan harga di tengah meningkatnya harga minyak mentah dunia. Menurutnya, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah dan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional.

Ia menyebutkan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Sementara itu, pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengurangi dampak kenaikan harga BBM terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok yang rentan terdampak.

Meski demikian, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, mulai dari biaya transportasi hingga operasional usaha kecil yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi serta meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya biaya kebutuhan hidup.
(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *