Pasaman Barat, Wartapatroli.com – Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai terungkap setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Pengawasan BBM Subsidi setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (4/6).
Sidak gabungan yang melibatkan unsur Polres Pasaman Barat, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Barat, Satpol PP, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tersebut menyasar dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga menjadi titik rawan distribusi BBM subsidi.
Mengutip informasi disalah satu akun Facebook di media sosial Dua lokasi yang diperiksa yakni SPBU Simpang Empat dan SPBU Sarik di Nagari Luhak Nan Duo, Kecamatan Pasaman Barat.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan indikasi adanya penyalahgunaan distribusi BBM subsidi, termasuk dugaan penggunaan barcode ganda oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sidak dilakukan sejak pagi hari saat antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai mengular. Puluhan kendaraan terlihat menunggu giliran untuk mendapatkan BBM jenis Bio Solar, yang dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah Pasbar.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim Satgas mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Aparat juga melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga menggunakan barcode tidak sesuai peruntukan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya penertiban distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran serta mencegah kebocoran yang merugikan masyarakat dan negara.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam dugaan praktik ilegal tersebut.(Tim)












