Agam, Wartapatroli.com – Kondisi ruas jalan provinsi di jalur wisata Kelok 44, Kabupaten Agam, semakin membahayakan pengguna jalan setelah belum adanya penanganan signifikan pascabencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu.
Diketahui hingga kini, sejumlah titik longsor di kawasan tersebut dilaporkan masih belum tertangani secara optimal.
Kelom 44 yang merupakan Ruas jalan yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata Sumatera Barat itu tercatat memiliki sedikitnya lima titik rawan longsor, terutama di kawasan Kelok 8–10, Kelok 32, serta Kelok 43 dan Kelok 44.
Kondisi ini membuat jalur tersebut semakin rentan terhadap potensi kecelakaan, terlebih saat cuaca ekstrem masih terus terjadi.
Berdasarkan info yang didapat Wartapatroli.com Senin (8/6) Situasi di lapangan kembali memburuk setelah sebuah pohon besar tumbang di kawasan Kelok 10 pada Senin malam (8/6), akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu hingga Senin siang.
Kondisi tanah yang sebelumnya diduga sudah rapuh pascabencana, kembali terpicu oleh curah hujan tinggi sehingga akar pohon besar kehilangan kestabilannya.
Pohon tumbang tersebut jatuh tepat di tikungan Kelok 10 dan menutupi sebagian badan jalan yang sebelumnya sudah terdampak longsor.
Akibatnya, akses jalan yang tersisa menjadi semakin sempit dan meningkatkan risiko bagi pengendara yang melintas.
Salah seorang pengendara Ruslan (48) menyebutkan bahwa kondisi tersebut membuat jalur semakin berbahaya. Ia mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut.
“Pohon besar tumbang di tikungan Kelok 10 dan menutupi sebagian badan jalan yang sudah amblas. Pengguna jalan diminta lebih berhati-hati,” ujarnya.
Upaya penanganan darurat kemudian dilakukan oleh unsur terkait di lapangan, bersama Walijorong Pasar Maninjau Didy Febrianto, personel TNI-Polri, serta warga setempat. Mereka melakukan pembersihan material pohon tumbang agar akses jalan tidak semakin terhambat.
Namun demikian, kondisi ruas Kelok 44 hingga saat ini masih memprihatinkan. Sejumlah titik longsor belum mendapatkan penanganan permanen dari pihak terkait di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Situasi ini diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah sekitar Danau Maninjau.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika hujan deras, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi di kawasan tersebut.(Red)












