Agam  

Pupuk Langka, Petani Lubuk Basung Menjerit Joni Putra Serap Aspirasi Saat Reses.

Agam, Wartapatroli.com — Kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi keluhan utama petani beberapa bulan belakangan ini, sebagai bentuk implementasi kepedulian Joni Putra Dt Bintaro Hitam Anggota DPRD Agam dari Fraksi serap aspirasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Lubuk Basung di objek wisata Garuda Mas, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan Informasi yang didapat Wartapatroli.com, Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari sulitnya memperoleh pupuk subsidi hingga kebutuhan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan sarana pertanian.

“Kami menerima banyak aspirasi terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Lubuk Basung. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar petani,” kata Joni Putra, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Senin (18/5) usai kegiatan.

Ketua DPD Partai Golkar Agam itu menegaskan pihaknya akan menelusuri persoalan distribusi pupuk hingga ke tingkat distributor guna mengetahui penyebab kelangkaan yang terjadi.

“Kita akan telusuri sampai ke distributor, bagaimana pola distribusinya dan apa penyebab kelangkaan ini terjadi. Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam,” ujarnya.

Selain pupuk, Joni Putra juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan penguatan SDM pertanian. Menurutnya, program tersebut nantinya akan didorong melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Kita ingin petani tidak hanya kuat di produksi, tapi juga memahami teknologi pertanian, pengelolaan hasil hingga pemasaran,” katanya.

Ia menilai sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di sejumlah nagari di Kabupaten Agam sehingga dukungan pemerintah terhadap petani harus terus diperkuat.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Lubuk Basung, Amrizal, berharap aspirasi yang disampaikan para petani segera mendapat tindak lanjut, terutama terkait pupuk subsidi yang mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

“Kami berharap ada solusi nyata karena kebutuhan pupuk saat ini cukup mendesak bagi petani,” ujarnya.

Sementara itu kegiatan reses berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan dihadiri pengurus serta anggota kelompok tani dari berbagai nagari di Kecamatan Lubuk Basung, termasuk sejumlah tokoh tani dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).

Ke depan kita berharap kelangkaan ini dapat segera teratasi dan petani tidak kesulitan dalan mendapatkan pupuk serta kebutuhan pertanian lainnya.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *