Agam, Wartapatroli com – Warga dihebohkan dengan beredarnya Isu kemunculan sosok yang disebut sebagai “Oocong Baladiang” yang belakangan meresahkan masyarakat di sejumlah kawasan di Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolsek Lubuk Basung IPDA Riqul Mukhtadi, S.H., yang dikonfirmasi Wartapatroli.com Kamis (28/5) meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Menurut Riqul, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti terkait adanya kemunculan sosok yang dimaksud.
“Tidak ada laporan resmi ataupun bukti nyata terkait isu yang beredar tersebut, agar terciptanya situasi yang kondusif warga diminta tetap tenang dan jangan terpancing dengan runmir yang belum tentu benar,” ujarnya.
Isu tersebut awalnya disebut berasal dari cerita sekelompok remaja terkait adanya sosok putih yang terlihat di lokasi sepi seperti jalan perkebunan, kawasan persawahan, hingga daerah minim penerangan.
Cerita itu kemudian menyebar dari mulut ke mulut dan semakin ramai setelah dibahas di media sosial serta grup percakapan warga.

Akibatnya, sebagian masyarakat mengaku resah, terutama saat malam hari, bahkan ada orang tua yang mulai membatasi anak-anak keluar rumah setelah magrib karena khawatir dengan cerita yang berkembang.
Berbagai versi cerita pun bermunculan ada yang menyebut sosok itu terlihat di dekat kebun, jalan gelap hingga kawasan persawahan.
Namun hingga kini belum ada saksi maupun bukti pasti yang membenarkan keberadaan sosok tersebut.
IPDA Riqul juga mengingatkan masyarakat bahwa fenomena seperti ini sering kali bermula dari candaan, cerita remaja, hingga konten media sosial yang dibuat demi hiburan atau mengejar viral.
“Kami mengimbau masyarakat jangan langsung percaya dengan informasi yang belum jelas, banyak konten horor di media sosial dibuat hanya untuk hiburan atau mengejar viral, lalu akhirnya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia meminta para remaja agar tidak membuat konten serupa demi sensasi di media sosial karena dapat memicu kepanikan dan mengganggu keamanan lingkungan.
“Jangan membuat konten yang menimbulkan ketakutan masyarakat, juga bisa memicu kepanikan, salah paham, bahkan tindakan yang berbahaya, gunakanlah media sosial secara bijak,” tegasnya.
Riqul juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak berwajib apabila benar-benar menemukan aksi “Pocong Jadi-jadian” yang meresahkan warga.
Ia meminta agar perangkat nagari lebih responsif terhadap setiap kejadian di wilayah masing-masing agar tidak memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Fenomena konten horor demi mengejar viral sendiri belakangan marak terjadi di berbagai daerah.
Di Boyolali, misalnya, sempat viral video sosok menyerupai pocong yang dibonceng menggunakan sepeda motor hingga membuat warga panik.
Sementara di Siak, Riau, warga juga dihebohkan dengan foto “pocong” membawa parang yang belakangan diketahui merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).
Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Seorang pelajar yang mengenakan kostum pocong diamankan polisi saat melakukan siaran langsung bertajuk “pocong jadi-jadian” di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.
Hingga kini, isu “Pocong Baladiang” di Lubuk Basung masih sebatas cerita yang berkembang di tengah masyarakat tanpa bukti pasti terkait keberadaannya.(Bagindo)












